Academic
Significance
Memberikan bukti empiris mengenai konfigurasi Penguasaan-Pemahaman, Penghayatan, dan Aktualisasi dalam internalisasi nilai psikospiritual berbasis hadis.

International Conference on Hadith Studies 2026
Ibnu Hajar Ansori · Lailatul Fitriah · Qoidatul Marhumah
Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri
“The Development of Hadith Studies in Pesantren:
From the Tradition of Transmission toward the Production of Contemporary Knowledge”
International Conference on Hadith Studies 2026
MUTUN & ANNUAL MEETING ASILHA 2026

Bagaimana internalisasi nilai psikospiritual berbasis hadis pada mahasiswa Psikologi Islam di Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri?

Memberikan bukti empiris mengenai konfigurasi Penguasaan-Pemahaman, Penghayatan, dan Aktualisasi dalam internalisasi nilai psikospiritual berbasis hadis.
Memberikan evidence untuk membaca keterhubungan penguasaan teks hadis, penghayatan nilai, dan aktualisasinya dalam pembelajaran Hadis Psikologi.
Evaluasi pembelajaran hadis memerlukan perhatian terhadap struktur internalisasi: bagian yang berkembang relatif kuat, bagian yang masih lemah, serta hubungan antarranahnya.


Penguasaan–Pemahaman
M = 3,844
Penghayatan
M = 4,204
Aktualisasi
M = 4,240
χ²(2) = 29,869; p < 0,001
Pola: Penguasaan < Penghayatan ≈ AktualisasiMembaca teks hadis terkait 90,77%
Menjelaskan isi dan pesan moral 52,31%
Menelusuri hadis/ayat Al-Qur'an terkait 53,85%
Titik ketimpangan:Relevansi materi ↔ Penghayatan
ρ = 0,599; p < 0,001Penjelasan dosen ↔ Aktualisasi
ρ = 0,549; p < 0,001Internalisasi nilai psikospiritual berbasis hadis menunjukkan konfigurasi yang tidak seimbang tetapi saling berhubungan. Penguasaan-Pemahaman relatif lebih rendah, dengan ketimpangan utama pada kompetensi elaboratif dan intertekstual.

Internalisasi menunjukkan konfigurasi yang saling berhubungan tetapi tidak seimbang: Penguasaan-Pemahaman relatif lebih rendah, sedangkan Penghayatan dan Aktualisasi lebih tinggi dan relatif setara.
Ketiga ranah internalisasi saling berhubungan, tetapi memiliki tingkat dan kekuatan hubungan yang berbeda. Ketimpangan Penguasaan-Pemahaman terutama terletak pada kompetensi elaboratif dan intertekstual, sedangkan hubungan antarranah paling kuat terdapat antara Penghayatan dan Aktualisasi (ρ = 0,674; p < 0,001).
Penelitian ini menawarkan kerangka empiris untuk membaca produksi pengetahuan hadis di perguruan tinggi melalui konfigurasi dan keterhubungan Penguasaan-Pemahaman, Penghayatan, dan Aktualisasi nilai pada mahasiswa.

Main ConclusionInternalisasi nilai psikospiritual berbasis hadis pada mahasiswa yang diteliti menunjukkan konfigurasi yang saling berhubungan tetapi tidak seimbang. Penguasaan-Pemahaman relatif lebih rendah, terutama pada kompetensi elaboratif dan intertekstual, sedangkan Penghayatan dan Aktualisasi lebih tinggi dan relatif setara.
✓Ketiga ranah memiliki tingkat yang berbeda dan saling berhubungan dengan kekuatan yang berbeda.
✓Ketimpangan Penguasaan-Pemahaman terutama terletak pada kompetensi elaboratif dan intertekstual.
✓Relevansi materi berhubungan paling kuat dengan Penghayatan (ρ = 0,599), sedangkan penjelasan dosen berhubungan paling kuat dengan Aktualisasi (ρ = 0,549).

Temuan penelitian menegaskan pentingnya penguatan kompetensi elaboratif dan intertekstual dalam pendidikan hadis. Pembelajaran dapat diarahkan pada keterhubungan teks hadis, disiplin keilmuan, dan pengalaman peserta didik sebagai ruang pengembangan penghayatan dan aktualisasi nilai.
Dalam konteks pesantren, kerangka Penguasaan-Pemahaman, Penghayatan, dan Aktualisasi dapat digunakan untuk membaca bagaimana transmisi hadis berhubungan dengan pembentukan pemaknaan dan aktualisasi nilai pada santri. Kerangka ini membuka ruang kajian empiris tentang produksi pengetahuan hadis di pesantren.
Studi longitudinal, asesmen objektif kompetensi hadis, dan pendekatan kualitatif diperlukan untuk memperdalam pola internalisasi. Pengujian pada mahasiswa dan santri dapat memperluas pemahaman tentang produksi pengetahuan hadis dalam lingkungan pendidikan yang berbeda.
| Ranah | Mean | Median | SD | α |
|---|---|---|---|---|
| Penguasaan-Pemahaman | 3,844 | 3,833 | 0,505 | 0,821 |
| Penghayatan | 4,204 | 4,250 | 0,532 | 0,818 |
| Aktualisasi | 4,240 | 4,200 | 0,449 | 0,760 |
| Keseluruhan | — | — | — | 0,883 |
| Indikator | Mean | Positif |
|---|---|---|
| Membaca teks hadis | 4,123 | 90,77% |
| Menghafal hadis | 3,815 | 69,23% |
| Memahami makna hadis | 3,954 | 78,46% |
| Menjelaskan isi/pesan moral | 3,600 | 52,31% |
| Menelusuri hadis/ayat terkait | 3,677 | 53,85% |
| Memahami teori psikologi | 3,892 | 73,85% |
| Indikator | Mean | Positif |
|---|---|---|
| Terinspirasi oleh nilai hadis | 4,169 | 86,15% |
| Menyadari pentingnya nilai hadis | 4,446 | 96,92% |
| Lebih tenang dan percaya diri | 4,015 | 80,00% |
| Termotivasi memperbaiki diri | 4,185 | 81,54% |
| Hubungan | ρ | p |
|---|---|---|
| Penguasaan-Pemahaman ↔ Penghayatan | 0,329 | 0,007 |
| Penguasaan-Pemahaman ↔ Aktualisasi | 0,394 | 0,001 |
| Penghayatan ↔ Aktualisasi | 0,674 | <0,001 |
| Nilai / indikator | Mean | Positif |
|---|---|---|
| Ṣabr — regulasi emosi negatif | 4,062 | 84,62% |
| Shukr — mensyukuri nikmat | 4,477 | 95,38% |
| Shukr — berterima kasih | 4,554 | 96,92% |
| Riḍā — menerima hasil kehidupan | 3,923 | 73,85% |
| Qanā‘ah — merasa cukup | 4,185 | 83,08% |
| Konteks | Mean | Positif |
|---|---|---|
| Lingkungan sosial | 3,862 | 67,69% |
| Penjelasan dosen | 4,292 | 90,77% |
| Relevansi materi | 4,138 | 84,62% |
| Pengetahuan agama sebelumnya | 4,062 | 86,15% |
| Pemahaman psikologi | 4,031 | 83,08% |
| Konteks | Penghayatan ρ | Aktualisasi ρ |
|---|---|---|
| Lingkungan sosial | 0,299 | 0,441 |
| Penjelasan dosen | 0,478 | 0,549 |
| Relevansi materi | 0,599 | 0,538 |
| Pengetahuan agama sebelumnya | 0,520 | 0,461 |
| Pemahaman psikologi | 0,421 | 0,333 |
Keyboard: ← → / Space · Home / End · F fullscreen · O ikhtisar · Esc tutup